Laman

Kamis, 06 Juni 2013

materi kuliah kewirausahaan ke-sembilan (31-6-'13)



Mengenali cara berpikir dan cara mengorganisasi hidup,

       Seperti materi yang telah dibahas sebelumnya, materi ini masih berkaitan dengan  kepribadian. Melanjutkan, masih ada dua pasang kepribadian berdasarkan MBTI yaitu kepribadian Thinking (T) dengan Feeling (F) dan Judging (J) dengan Pierchieving (P).
       Kepribadian thinking (T) dengan  Feeling (F) berkaitan dengan bagaimana cara orang dalam mencari kesimpulan atau cara  berpikir. Kepribadian tipe T adalah orang-orang yang dalam berpikir selalu mengutamakan kesesuaian sistem yang berlaku dan segalanya harus sesuai dengan norma-norma. Dengan kata lain, jika seseorang dalam tipe ini menemui suatu kesalahan dari orang lain, maka ia akan menunjuk orang itu sebagai yang bertanggung jawab karena berpegang teguh pada pola yang logis. 

Orang dengan tipe ini akan berorientasi pada masalah yang ia hadapi . Sedangkan, kebalikan dari tipe T, orang-orang dengan tipe F lebih berorintasi pada feel atau perasaan mereka. Mereka memiliki orientasi pada orang-orang yang terkait pada suatu permasalahan. Maka, jika ia menemui kesalahan yang dilakukan oleh orang lain, maka ia akan benar-benar mempertimbangkan keputusan yang akan diambil.
       Selanjutnya adalah kepada cara mengorganisasi hidup. Kepribadian pada pengamatan ini dibagi menjadi kepribadian tipe Judging (J) dan Proses (P). dalam menjalani hidup, pasti setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam memandang kehidupannya. Dengan cara pandang yang berbeda, maka cara mengorganisasi kehidupannya pun berbeda. Tipe J memiliki orientasi pada hasil. Seseorang dengan tipe ini kebanyakan memegang prinsip “tugas yang sesempurna mungkin dengan setiap proses didalamnya”. Mereka lebih memilih telat dalam mengumpulkan suatu tugas demi tugas yang mereka buat selesai dengan hal sebaik-baiknya. Berbeda dengan tipe J. mereka akan berorientasi pada hasil yang akan didapat. Bagi mereka, hasil akan memberikan suatu kepuasan yang nyata dan kurang memperhatikan langkah-langkah yang mereka jalani. 

      

Setelah empat pasang tipe ini lengkap, maka dapat ditarik sebuah keterangan untuk mengenal kepribadian seseorang itu. Kita dapat mengenal dari cara mereka mendapat energi (I dan E), cara mengumpulkan informasi (S dan N) serta seperti yang terkandung dalam materi ini. Jika dikaitkan dan dihubungkan, maka akan terbentuk suatu rantai hubungan kepribadian individu.
       Telah dibahas sebelumnya, mengenai tujuan pengenalan ini adalah memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan orang lain. Dengan mengenal orang lain, kita dapat mengetahui “selera” mereka. Dengan kita mengetahui selera mereka, baik orang-orang dalam organisasi usaha kita (partner) dan orang-orang diluar, keputusan yang dapat kita ambil menjadi lebih tertata dan terarah. Modal dasar dalam memulai langkah wirausaha adalah berani membuat keputusan tetapi keputusan itu adalah sesuatu yang sudah terencana dengan baik. Memperkuat dasar akan menjaga bangunan usaha yang kita bangun lebih kokoh lagi. 

Jangan khawatir orang lain tidak mengenal dirimu, tapi khawatirlah jika tidak mampu mengenal orang lain.